Selasa, 09 Januari 2018

[Elegi Rizal-Nisa] Stasiun Terakhir

foto dari google

Konon kata orang tua, hidup itu bagai perjalanan di atas gerbong kereta api. Akan ada pertemuan dengan orang-orang baru. Kita mungkin berkenalan atau mengobrol satu sama lain. Tapi saat sampai di stasiun tujuan, kita pun berpisah. Masing-masing akan melanjutkan perjalanannya. Dan nantinya, kita akan bertemu dengan orang lain di stasiun-stasiun lain. Terlupakanlah orang-orang yang telah lalu. Silih berganti.


Kamu Rizal, adakah Nisa hanya sepenggal kisah yang kau temui pada salah satu stasiunmu? Yang diapun akan terlupakan oleh orang-orang baru yang akan terus datang dalam kereta kehidupanmu?

Kamu Rizal, adakah Nisa hanya sebuih rapuh yang akan pecah oleh ombak ambisi dan sengkarut urusan duniamu?

Kamu Rizal, adakah Nisa hanya pemeran figuran dalam satu babak tak utuh yang tak akan lagi berarti apapun dalam keseluruhan adegan dalam putaran film impianmu?

Kamu tahu, Rizal, kelak saat semua kereta telah sampai pada stasiunnya dan penumpang turun pada tujuannya hingga tak ada lagi derit lokomotif kereta uap dan derit roda baja yang menghantam rel, ketika langit menghitam dan hanya ada sunyi yang menjalar-jalar sebelum akhirnya semua dihidupkan dalam keadaannya yang sebenar-benarnya dan seluruh tirai rahasia disingkap selebar-lebarnya, pada hari itu, Nisa akan mengetahui.

Ya, perempuan itu akan mengetahui kebenarannya. Adakah engkau telah membawa sebiji kasihsayang yang pernah pecah dan berkecambah lalu kau patahkan. Patahan itu yang akan bersaksi. Sungguh patahan itu akan bersaksi. Adakah ia berarti karena kau melakukannya demi Tuhanmu, ataukah ia tak lebih hanya serepih mimpi tanpa isi.

Nisa, sekarang kukatakan padamu, tenanglah. Tenangkanlah hari-harimu dalam gerbong keretamu yang sekarang. Berkhidmatlah pada Tuhanmu. Kosongkan batinmu dari segala makhluk yang membuatmu tunduk dan menghalagi makrifatNya menyinari jalan hidupmu. Tenanglah, karena Allah sungguh tak ingin kau tunduk pada apapun yang selain Dia. 

Sebab Dialah stasiun terakhirmu...

-malam senyap dan hati yang terjerembab, 09/01/2018



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah meninggalkan komentar. Mohon untuk selalu berkomentar dengan bahasa yang baik dan tidak SARA, ya.