Selasa, 16 Februari 2016

[30HMSC hari ke17] Kangen, Lagi...

Tobi, apa kau baik-baik di sana? Hari ini, kemarin dan kemarinnya lagi?

Kau tahu apa artinya bercak darah yang meluncur ke luar dari mulut saat terbatuk, Tobi?

Apakah itu pertanda buruk? Seberapa buruk? Sangat buruk? Oh, tidak, Tobi. Aku masih sehat. Aku masih bisa ke kebun, membaca, dan sekarang menulis surat untukmu.


Baiklah aku mengaku. Ini kali keempat bercak darah ke luar dari mulutku. Pertama, itu sudah dahulu sekali. Darah segar, tidak kental, nyaris hanya seperti liur yang diberi pewarna merah cabai. Kedua saat erupsi Gunung Sinabung. Aku tak tahu keterkaitan gunung meletus dengan batukku yang tiba-tiba meluncurkan dahak darah. Barangkali aku terlalu cemas memikirkan serentet hal buruk. Aku masih ingat kau pernah bilang, dalam beberapa hal aku ini berlebihan. Itu tadi contohnya. Ya, kan? Ah, kau pasti tertawa di sana.

Lantas yang ketiga, itu terjadi saat kabut asap akhir tahun lalu. Walau hanya merasakan asap kiriman, dadaku rasanya sungguh pengap dan menjadi sesak. Ada setengah harian dari batuk pertama yang muncrat darah, setelahnya terus aku meludah untuk meyakinkan apakah masih merah atau sudah biasa warnanya. Wah, setengah hari itu rasanya-rasanya aku menjadi seperti Mamak yang mangunyah sirih. Betapa mengerikan perangaiku kala itu. Untung kau tak ada di sini. Kalau ada, tamatlah riwayatku harus mendengar petuahmu.

Nah yang terakhir ini terjadi tadi. Tidak sedang musim asap dan apalagi gunung meletus. Aku juga tak batuk. Tiba-tiba saja saat aku memeriksa lalat buah di kebun jeruk, terasa dahak mengganjal di kerongkongan minta dikeluarkan. Refleks aku terbatuk kecil dan tanganku menampung sesuatu itu. Ternyata itu cairan kental dan sewarna hati, Tobi.  

Tobi, aku berjanji ini surat terakhir yang menjijikkan dariku. Aku pastikan esok akan datang menemui dokter. Jadi kau tak perlu risau di sana. Oh, ya, tak ada lagu khusus hari ini. Tapi kalau boleh jujur, aku terus menerus memutar Rico J Puno. Aku menikmati tiap liriknya dan mendapat seribu kali kekuatan untuk terus hidup dan berbuat baik.

Tobi, jangan marah, ya... aku kangen...

-Anna


#30Harimenulissuratcinta hari ke 17

1 komentar:

  1. kamu ke dokter dong yaaa, jangan sakit, istirahat banyakbanyaakkkkkk


    -Ikavuje

    BalasHapus

Terimakasih sudah meninggalkan komentar. Mohon untuk selalu berkomentar dengan bahasa yang baik dan tidak SARA, ya.