Rabu, 27 Januari 2016

Setengah Hari di Funland Mikie Holiday, Mabok Sampai Tiga Ronde



Funland Mikie Holiday Berastagi benar-benar keren. Terakhir ke sana tiga tahun lalu, rasanya masih biasa banget, belum kerasa fun nya karena lebih dominan ngos-ngosan sebab naik dan turun bukit. Untung nggak ada riwayat asma, lho dulu itu. Dan Mudah-mudahan nggak akan kena asma sampe seterusnya aamiin ^_^

Jadi, apanya yang keren?

Banyak.

Kalau dulu dari tempat parkir kita was-was menyeberangi jalan untuk sampai ke funlandnya, sekarang nggak lagi. Dan Kalau dulu takut kesenggol bus Sutra (yakinlah ini nama bus sebenarnya) yang sopirnya entah punya nyawa berapa karena nggak ada takutnya ngebut di jalan yang kelak kelok bukit dan jurang dengan penumpang di atapnya, sekarang kita menyeberang aman dan bisa selfie-selfie. Sebabnya sudah ada jembatan penyebrangan yang apik dengan vertikal garden di beberapa sisinya. Sayang tanamannya terlihat agak kurang terurus.

Setelah menyeberang jalan, masih tetap di akses jembatan tadi, sudah ada restoran cepat saji. Wah kalau tahu di sini sudah ada restoran, kami tentu tak harus singgah di Restoran Garuda yang ada di Hill Park. Mungkin pada heran ya, datang-datang kok yang diurus perut dan mulut, parah banget koloni pemamah biak ini xixixi. 

Bukan begitu, saat kami ke luar dari rumah di Jalan Karya Medan, itu sudah hampir jam sembilan. Di tambah gerimis hampir sepanjang jalan dan macet di pasar Pancur Batu, jadi saat mata menangkap papan Restoran Garuda segede gaban, itu perut seperti ada magnet bikin kita tertarik ke sana. Lagipula sudah jam setengah dua belas, jadi memang waktunya makan siang, bukan? 

Kembali ke funland, bila tiga tahun lalu tiketnya Rp.75.000, sekarang sudah Rp.100.000. Tapiii, sekarang tas kita nggak pakai discreening. Kayaknya rada aman nih bawa makanan dan camilan. Lha baru makan sudah bahas perut lagi :p

Setelah melewati gerbang, Kak Ririn dan Tyo langsung histeris. Wahana yang pertama dapat, Bumper Car. Sayang antrinya panjang banget, kita lanjut. Nah lho, di sebelahnya ada Hello Kiddies yang serupa timezone gitu, naik kereta api atau odong-odong gratis dong, nah itu Tyo nggak mau udahan sampai si Mbok ngurut kening. Hya, mau timezonan ngapain jauh ke Mikie Holiday :D

Keluar Hello Kiddies ada air pancur The Atlantis yang jadi spot narsis. Tapi yang namanya Tyo ya, nggak peduli kakak, adik sama Babenya bergaya, itu bocah nungging-nungging entah nyari apa di kolam. Ini pasti nurun Babenya yang suka nyari ikan gobi di  Sungai Deli sewaktu kecil :p

Melewati air pancur, mengambil jalan ke arah kanan, kita disambut wahana Jelly Swing. Kak Ririn, tanpa melihat terlebih dahulu atraksinya, langsung lari naik ke atasnya. Alhasil, ayunan mini Tsunami ini sukses membuatnya mabok pada wahana pertama. ^_^

Lanjut jalan, Tyo melihat wahana Flying Fish yang cara mainnya, kita harus telungkup di atas papan yang nanti akan dibawa terbang berputar. Tyo yang terobsesi Super Hero bangga bukan main bisa terbang dan teriak-teriak "akulah super herooo... " saat terbang. Alhamdulillah, satu obsesi terwujud hehe.

Setelah menjadi super hero, Tyo istirahat anteng di wahana Bubble Cab. Diputer-puter diiringi lagu-laguan dan ditingkahi angin pegunungan yang sejuk, duuuh, berasa asyik banget liburan di Mikie Holiday sekarang. Tiap jengkal ada wahana. Anak-anak nggak ada lelahnya mencoba satu wahana ke wahana lainnya.


Main basah-basahan juga  aja. Di wahana Sea Battle, Ririn dan Tyo naik kapal perang dan sibuk menembak air kepada penyerang baik di lautan maupun daratan. Mendarat dari kapal perang, akhirnya si Mbok yang dari tadi tabah momong Sulthan bisa ikut barengan mengelilingi samudera di wahana Bon Voyage. Asyiiik.

Eh tapi basah-basahannya belum selesai. Kita juga main tembak laser ke hewan-hewan buas di wahana Wild Ride. Kalau berhasil menembak tepat di tanda merah yang ada di jidat binatangnya, kita dapat skor. Tapi, kita juga bakal kena semprot air kalau pas lagi apes dan nggak bisa ngelakinnya. Sayang di wahana ini nggak ada yang ambil fotonya, secara Babe sama Mbok ikut main hehe.


Mbok lanjut ikut naik wahana Splash bareng Ririn dan Tyo. Ini paus raksasa yang membuat kami seolah diombang-ambing ombak dan terempas karang. Ririn mabok lagi. Tangannya sibuk membekap mulut dan ketika menginjak daratan, sukses isi lambungnya ke luar. Pengalaman seru kadang harus dibayar dengan ongkos mahal, Honey hehe...

Selanjutnya, di depan wahana Tsunami, Babe terpekur lama. Mbok mengingatkan, "Nggak usah coba-coba, Yah, ntar kalau mabok nggak ada yang nyetir pulang, lho."


Tapi, Babe nampak-nampaknya tertantang. Maka dengan kegagahan seorang Ksatria, Babe melangkah naik ke wahana Tsunami. Diayun pelan, diputar, dinaikkan lalu diputar 360 derajat, begitu turun sang Ksatria kehilangan daya hidup. Lemas, pucat, mabok, tak bisa berbicara bahkan walau hanya satu kata.

Akhirnya kita masuk ke dalam perahu phinisi yang di dalamnya adalah kafe. Minum teh hangat, diterapi dengan minyak, perlahan, nyawa sang Ksatria kembali terkumpul. "Ini masih tsunami bohongan, gimana aslinya, ya?" gurau Babe setelahnya.

Masih banyak sekali wahana di Mikie Holiday yang belum sempat kami coba. Karena lelah dan kadang malas antri juga. Maklum, Mbok ini agak bermasalah dengan kesabaran, jadi ya mainnya besok-besok lagi nunggu nggak antri *emangnya funland milik moyang lu Mbok? hehehe.

Padahal sungguh, wahana yang memacu adrenalin masih cukup banyak di Mikie Holiday imi. Sebut saja T-Rex, Volcano dan Dino versus Dino yang akan meluluh lantakkan kesombongan kita sebagai manusia. Bagaimana tidak, selama bermain, kita terus saja lantang menyebut nama Tuhan, tanpa henti-hentinya. Bersyukur juga jadinya, paling tidak, wahana ekstrim di Mikie Holiday membuat kita sedikit religius :)




Nah, sebelum pulang, anak-anak mampir di Carnival Games untuk memancing bebek. Ririn dan Tyo puas mendapat bebek yang bisa ditukar dengan permen cokelat. Permen cokelat yang manis, semanis setengah hari yang -walau mabok- namun super-super keren di Mikie Holiday.


Mikie Holiday, we will rock you, next holiday...

Jika ingin ke Mikie Holiday:

- Bila Anda naik kendaraan umum, maka dari pusat kota Medan, Anda harus ke simpang Pos di Jalan Jamin Ginting terlebih dahulu. Banyak angkutan menuju Berastagi-Kaban Jahe dengan ongkos Rp.30.000-40.000

- Bawalah makanan dan minuman secukupnya. Terdapat kafe dengan menu lengkap mulai Asia hingga Barat.

- Bawalah baju ganti sebab wahana air sangat menantang untuk Anda taklukkan. Yang terbaru adalah wahana The Falls, Anda akan kuyub di sini.

- Untuk biaya masuk lebih hemat, coba cek wensite Mikie Holiday terlebih dahulu untuk mengetahui program promo yang sedang berlangsung.













2 komentar:

  1. Wkwkwk... Ngikik di bagian wahana yg bikin religius. Keren ya Medan ada wahana ky Dufan. *loe kira Medan kota kecil macam Barabai, Yan? :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan di Medan nih, Yan. Tapi di Berastagi, dua jam dari Medan. Ini keren banget krn di dataran tinggi, jd kl main ga berasa kepanasan krn dingin. Ntr kalau ke medan diajakin ke sini deh hehe

      Hapus

Terimakasih sudah meninggalkan komentar. Mohon untuk selalu berkomentar dengan bahasa yang baik dan tidak SARA, ya.