Minggu, 01 November 2015

Janji Untuk Kembali


Pernah pada suatu masa saya merasa, cukup sudah saya ‘bermain-main’ dengan blog. Dulu, ketika Multiply sangat berjaya menyatukan milyaran pemikiran dan hati orang-orang, adalah termasuk saya yang terjerat di dalam hiruk pikuknya. Mendapat teman baru dari berbagai bidang dengan keterbukaan dan keramahan yang membelai-belai rasa persaudaraan membuat saya kadang-kadang lupa, ikan saya telah gosong di wajan. 

Begitulah, pada tahun pertama ngeblog di Multiply, sebesar-besarnya niat saya curahkan untuk membangun jaringan (ya Allah bahasanya).  Namun saya  bertekad, setidaknya pada tahun kedua sudah memiliki draf sebuah buku dan terwujud mendekap fisiknya pada tahun ketiga.  



Apalah mau dikisahkan, yang namanya  mimpi itu kalau nggak dibarengi dengan  tekad sepanjang jalan,  yang ada hanyalah gebyaran penyesalan. Tahun 2009 mulai ngeMultiply. Seharusnya tahun 2012 saya sudah menjadi penulis dengan karya-karya mencerahkan. Yang terjadi adalah, hingga penghujung 2015 ini, belum satupun karya solo saya terbit dan tayang di media.


Sekarang ngeblog lagi karena patah hati?


Bukan begitu. Jelek-jelek begini saya nggak pernah benar-benar berhenti untuk mewujudkan mimpi jadi penulis. Apalagi, dua bulan terakhir saya sudah berada di orbit yang tepat untuk mewujudkan mimpi itu. Dan agaknya, pemikiran saya mulai bergeser. Bahwa menulis itu, menebar kebaikan itu, memperoleh manfaat amal jariyah dari menulis itu tidak harus dengan media buku atau namamu tercetak pada dada sebuah majalah ataupun tabloid.


Saya sangat terharu ketika suatu hari, seseorang yang mengaku teman SMP Kakak saya tiba-tiba menghubungi saya melalui pesan singkat. Padahal dahulu, pernah nyapa saja enggak . Ternyata, beliau sedang mencari seorang teman saya. Saat beliau mengetikkan namanya di mesin pencarian, akhirnya ia tersesat di blog saya (wordpress) hasil pindahan dari Multiply.


Orang ini membaca hampir semua isi blog dan memutuskan menghubungi saya pada akhirya. “Seneng baca tulisanmu. Kayak nonton filem.”


Nah, pada titik ini hati saya tergerak kembali. Bukankah membuat orang lain yang (barangkali) sedang kalut sebab terpisah dengan keluarga karena harus bekerja di perusahaan tambang yang jauh di sana dan menjadi terhibur karena tulisan kita itu juga sebuah sedekah?


Ya, menjadi bermanfaat tidaklah melulu dengan pikulan di punggungmu yang berat, Wik. Bahwa menulis di media yang gratis ini pun, selama niatnya untuk kebaikan, kita nggak pernah tahu bahwa tulisan kita sudah menyentuh sisi hati siapa saja. 


Terspesial untuk teman-teman blogger ex Mpers yang sudah giat mengompori saya; Mba Dian, Mba Eqy, Mas Yayan, Yanti… saya bangun mulai malam ini. Menggiatkan blog lama yang saya pun lupa sudah membuatnya pada tahun 2012 dan berisi tulisan yang dahulu diikutkan untuk lomba-lomba. Ke depan, blog ini akan hadir menjadi ‘gado-gado blog’ dengan citarasa Si Mbok Wiwik yang istimewa. Semoga…


Mohon bimbingannya, ya :)

2 komentar:

  1. Semangat mbak Wiiiikkkkkkkk :)

    Aku juga ngerasain betul itu susah move onnya ketika multiply tewas haha. Yang sedih itu sebagian teman masih saja belom nulis lagi padahal aku suka kalau mereka nulis.

    BalasHapus
  2. Mbak Wiiiiek.. Selamat kembali ngeblog...
    Ternyata kita termasuk golongan orang-orang yang susah move-on dari MP ya.. :D

    BalasHapus

Terimakasih sudah meninggalkan komentar. Mohon untuk selalu berkomentar dengan bahasa yang baik dan tidak SARA, ya.