Selasa, 09 Januari 2018

[Elegi Rizal-Nisa] Stasiun Terakhir

foto dari google

Konon kata orang tua, hidup itu bagai perjalanan di atas gerbong kereta api. Akan ada pertemuan dengan orang-orang baru. Kita mungkin berkenalan atau mengobrol satu sama lain. Tapi saat sampai di stasiun tujuan, kita pun berpisah. Masing-masing akan melanjutkan perjalanannya. Dan nantinya, kita akan bertemu dengan orang lain di stasiun-stasiun lain. Terlupakanlah orang-orang yang telah lalu. Silih berganti.

Rindu yang Bebal

Gambar dari google


Tuhan,
Lafal rindu ini mengapa tak pudar?
Padahal sudah kubakar dengan ribuan istigfar

Adakah ia terlalu bebal?


-dalam hujan yang terus membasuh rindu, sembilan Januari '18

Jalan Keselamatan


Foto dari google

Sudah kutapaki jalan perpisahan
Namun selalu kulewati simpang perjumpaan
Duhai jalan keselamatan
adakah menempuhimu memang penuh rintang?

-Pagi di rumah Karya yang dingin, diributi hujan sesubuhan, 09 Januari 2018

Rabu, 03 Januari 2018

Sebuah Surat Rindu

Foto dari google.


Bunda Julie, apa kabarnya di sana?

Di sini, oh, anakmu yang ini sudah empat tahun lalu meninggalkan Batam dan sekarang di Medan, dan Medan sekarang ini begitu basahnya oleh hujan yang pekat oleh kerinduan.

Bun, apa kabarnya bunda di sana? Aku kangen bunda. Ah, bunda pasti tertawa dari nirwana, bahwa aku modus saja mengatakan kangen pada Bunda.

Selasa, 02 Januari 2018

Yang Tertinggal Dari Film Ayat-ayat Cinta 2

foto dari google


 Bismillahirrahmanirrahiim…

Saya mulai menuliskan ini dengan basmallah sebab teringat kisah sahabat Nabi Saw, Ali Ra. Ali sedang dalam sebuah kancah peperangan. Ali bersiap menghunuskan pedangnya kepada lawan ketika tiba-tiba -dengan begitu cepat- sang lawan meludah ke wajah Ali. Alih-alih semakin bernafsu menghunuskan pedang, Ali justru menurunkan pedangnya dan membuat sang lawan terheran.
“Kenapa urung membunuhku?”

Minggu, 24 Desember 2017

Memangnya, Gigi Ompong Itu Aib?

Bu, apakah di sana ada musim hujan? Hujan yang meluapkan sungai-sungai rindu di bawah istana-istana cinta?

Duh, pertanyaan pembuka macam apa itu?

Di bumi, Desember ini sungguh sangat basah dan aku diserang flu. Kabar baiknya, kemarin saat ke sekolah dua cucumu untuk mengambil raport, semua nilai mereka bagus. Cucu sulungmu seperti biasa, rangking satu. Yang kedua, yang selalu soktoy soal pelajaran padahal dia salah mengerjakan, dia rangking lima.

Kamis, 07 Desember 2017

Aroma Saka


AROMA SAKA
Oleh: Wiwik Waluyo

Aku tak bisa berdamai dengan aroma saka (gula merah yang berasal dari tebu) sejak berusia sembilan tahun. Saat itu, kudengar pertengkaran Apak dan Amak perihal aku dan Uda Frans. Pertengkaran yang tak kumengerti mengapa harus terjadi.
Seperti anak lain, hari-hariku habis untuk belajar di sekolah, mengaji di surau dan membantu Amak di rumah. Nilai-nilai sekolahku bagus dan mengajiku lancar. Aku jarang membangkang nasehat orangtua. Kecuali satu hal, tak bisa kuturuti perintah Apak untuk menjauhi Uda Frans.